Sabtu, 23 Juli 2016

Latihan pembuatan proposal



PROPOSAL
DAMPAK KULIAH SAMBIL BEKERJA TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsVmfzAN4YlskDILlk9iMRsV338zwQcc_tpzswvsDsdqHFr9jtdBs9Y752aOVr4SH54FH1OXDNgoDihVGaXPtHSCnNz_uk2FwrZJ6RpnNrgJcbwJdssXp1xSfzG4lPHVtxnoSKzRSY9xMT/s1600/UMS-Surakarta.png

Proposal ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodelogi Penelitian

Disusun oleh :
Anisak Nurul Muvit 
A210140233

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Kuliah sambil bekerja bukanlah sebuah pilihan tepat yang diinginkan oleh mahasiswa. Semua mahasiswa membutuhkan ketenangan dalam belajar dan ingin memiliki banyak waktu untuk belajar. Akan tetapi keadaan berkehendak lain, mereka terpaksa berkerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan kuliahnya. Hanya tekat keberanianlah mereka meninggalkan kampung halaman untuk menimba ilmu kejenjang yang lebih tinggi yang pada akhirnya mereka bisa merubah diri dari sempitnya pemikiran menjadi lebih berkembang, baik dari pengetahuan pendidikan maupun pengalaman dalam pekerjaan.
Kebanyakan dari mahasiswa itu bekerja sebagai pekerja toko pakaian dan berkerja di warung-warung kopi, kerena perkerjaan seperti inilah yang mudah mereka dapatkan. Mereka akan berkerja ketika tidak ada jadwal untuk kuliah dan akan kembali bekerja ketika sepulangnya dari kuliah. Seperti itulah proses hidup yang mereka jalani, terkadang rasa sakit dan lapar sudah menjadi makanan sehari-hari. Kemudian yang paling menyedihkan lagi peneliti juga melihat bahwa kebanyakan dari mahasiswa perkerja itu tingkat kelulusannya paling lama dari mahasiswa lainnya.
Peneliti pernah mewawancarai beberapa mahasiswa perkerja mengenai kehidupan yang mereka jalani dengan menjadi mahasiswa sambil berkerja. Di antara mereka ada yang mengatakan:
“sebenarnya tidaklah mudah ketika kami harus membagi waktu antara kuliah, belajar dan berkerja dengan bijak, apalagi kami belum sering untuk melakukannya sehingga ini menjadi sebuah kendala bagi kami dalam mengikuti perkuliahan dengan disiplin, baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian, ketika kami sedang lagi tidak ada pekerjaan dan pada saat itu  kami tidak memiliki uang sedikitpun maka kami akan lebih memilih untuk berdiam diri di kosan padahal pada saat itu kami harus kekampus untuk mengikuti perkuliahan. Bukan karena malas untuk mengikuti perkuliahan, akan tetapi karna memang tidak bisa untuk mengikutinya. Bahkan kami juga akan tidak membuat tugas ketika kami mengalami hal yang sama yakni sedang tidak memiliki uang. Bukan karena malas membuatnya akantetapi alasan yang sama juga menghambat kami dalam melakukannya. Terkadang, ketika kami sedang tidak memiliki uang, pada saat itu ada mata kuliah yang harus kami ikuti dan pada saat itu pula ada kawan yang mengajak untuk berkerja, maka kami lebih memilih untuk ikut berkerja karena dengan ikut berkerja, kami bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan untuk bisa mengikuti perkuliahan hari-hari selanjutnya. seperti inilah kehidupan yang kami jalani”.
Peneliti juga melihat transkrip nilai mereka yang kebanyakan dari mahasiswa perkerja itu mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,00 ke bawah. Sebagian mereka mengatakan kendalanya karena susah untuk mengatur waktu. Ketika mereka bisa mengambil 22 SKS akantetapi mereka tidak sempat mengejar untuk mengikuti perkuliahan, karena harus ada banyak waktu untuk bekerja. Maka ini akan menjadi beban tersendiri bagi  mereka.
Memang, belajar sambil berkerja telah di lakukan oleh orang-orang yang ingin hidupnya lebih maju dari yang lain. Mereka berkerja mati-matian untuk membiayai hidup dan pendidikannya. Namun perkembangan zaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, menyatakan, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dalam wacana kependidikan kita sering didengar istilah “pendidikan seumur hidup” dan “tiga pilar pendidikan nasional”. Hal ini berarti menunjukkan upaya pengembangan SDM tidak terbatas pada jenjang pendidikan formal di sekolah, dan pendidikan anak-anak bangsa merupakan tanggung jawab bangsa antara pemerintah, orang tua dan masyarakat yang melingkupinya. Pada tingkat perguruan tinggi mahasiswa adalah orang-orang yang sedang mengikuti pendidikan tentunya mempunyai harapan akan keberhasilan studi demi masa depannya. Sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan mahasiswa adalah nilai yang diperolehnya adalah tinggi yang dihitung dengan nilai rata-rata disebut IPK. IPK merupakan angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh.
  1. Rumusan Masalah
Mendasari hal tersebut itulah fokus utama penelitian ini adalah menjawab beberapa pertanyaan berikut:
  1. Apa dampak dari kuliah sambil berkerja terhadap indeks prestasi?
  2. Faktor apa saja yang membuat mereka harus berkerja sambil kuliah?
  3. Apa hambatan-hambatan yang mereka alami sehingga IPK mereka menjadi rendah?

  1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penjabaran dari pertanyaan pokok dalam uraian problematika di atas, yaitu sebagai berikut:
1.      Memahami secara menyeluruh tentang efektifitas belajar mahasiswa kuliah sambil berkerja.
2.      Menelusuri secara mendalam tentang kesulitan atau hambatan mahasiswa perkerja dalam mencari ilmu pengetahuan dan IPK yang diinginkan.

  1. Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini, diharapkan hasil penelitian dapat digunakan untuk :
  1. Bagi Akademik
Dapat menjadi salah satu sumber informasi dan bahan pertimbangan untuk mengkaji materi-materi yang berhubungan dengan motivasi belajar, gaya belajar dan pemikiran kritis mahasiswa, sehingga akan didapatkan hasil yang optimal bagi proses belajar mahasiswa.
  1. Bagi Peneliti
Memperoleh informasi tambahan dan pemahaman yang lebih baik tentang cara mereka menjalani hidup, memanajemen waktu, motivasi belajar, gaya belajar dan cara berpikir kritis masing-masing mahasiswa pekerja dalam mendapat IPK.
  1. Bagi Pembaca
Memberikan informasi kepada pembaca tentang cara belajar yang baik dan tepat serta berpikir kritis untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dimiliki.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengaruh Kuliah Sambil Bekerja
Menurut Yenni (2007) Kuliah sambil kerja bukanlah hal baru dikalangan mahasiswa. Beragam alasan melatar belakanginya, mulai dari alasan ekonomi sampai hanya karena ingin mengisi waktu luang.
Menurut Wahyono (2004) motivasi mahasiswa tersebut berbeda-beda, ada yang ingin membantu orang tuanya dalam membiayai kuliahnya, ingin hidup mandiri dan mencari pengalaman. Kebanyakan pekerjaan yang paling banyak dilakukan mahasiswa adalah jenis pekerjaan paruh waktu (part-time).
Menurut Watanebe (2005) kuliah sambil bekerja banyak memberi dampak bagi mahasiswa baik positif maupun negatif. Dampak positif diperoleh dari mahasiswa yang kuliah sambil bekerja adalah dapat menyalurkan hobi, memilikipengalaman diluar kelas, memperoleh keterampilan, pengetahuan tentang berbagai macam pekerjaan, dan bertanggung jawab. Selain itu, juga dapat melatih kemandirian dan memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan kuliah.
Watanabe (2005) juga menyataka bahwa dampak negatif yang harus diwaspadai oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Dampak-dampak tersebut adalah kesulitan membagi waktu dan konsentrasi saat kuliah dan bekerja, kelelahan, penurunan prestasi akademik, mengalami keterlambatan kelulusan, dan akibat yang paling parah adalah dikeluarkan dari universitas karena lebih mementingkan pekerjaan dari pada kuliah.
Hasil penelitian singg (2005) menyatahkan bahwa mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memiliki kematangan karir dan tanggung jawab yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pendapat Crites dalam Taganing (2007) yang menyatakan bahwa untuk dapat memilih dan merencanakan karir yang tepat, dibutuhkan kematangan karir yaitu pengetahuan akan diri, pengetahuan tentang pekerjaan, kemampuan memilih pekerjaan, dan kemampuan merencanakan langkah-langlah menuju karir yang diharapkan.

B.     Prestasi Belajar
1)      Pengertian Prestasi belajar
Setiap kegiatan belajar yang dilakukan siswa akan menghasilkan suatu perubahan pada dirinya. Perubahan tersebut meliputi kawasan kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil belajar yang diperoleh siswa diukur berdasakan perbedaan tingkah laku sebelum dan sesudah belajar dilakukan. Salah satu indikator terjadinya perubahan hasil belajar disekolah adalah proses belajar yang dapat dilihat melalui angka-angka didalam rapor atau daftar nilai yang diperoleh siswa pada akhir semester.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru atau dosen”.
Pada hakekatnya, prestasi belajar adalah hasil belajar siswa yang dapat dikethui dari perubahan tingkah laku, pengetahuan serta dapat dilihat dari hasil belajar itu sendiri  (nilai angka yang diperoleh oleh guru atau dosen). Seperti yang dikemukakan Hendrawatidalam Sutikno (2004) bahwa pengertian prestasi belajar dan karakteristik prestasi belajar adalah sebagai berikut:
1.      Prestasi belajar merupakan suatu perubahn prilaku yang measurable (dapat diukur). Untuk mengukur perubahan prestasi tersebut dapat dilakukan test prestasi belajar (achievement).
2.      Prestasi menunjukka kepada individu sebagai sebab artinya individu sebagi pelaku.
3.      Prestasi belajar dapat dievaluasi tinggi rendahnya berdasarkan kriteria yang ditetapkan menurut standar maupun yang ditetapkan kelompok.
4.      Prestasi belajar menunjuk kepada hasil dari kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan disadari.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atua usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional, dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu.
2)      Indikator Prestasi Belajar
Menurut Muhibin Syah (2010:148) Pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap rana psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh rana itu khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat intangible (tak dapat diraba). Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah mengetahui garis-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan dan diukur.
Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai indikator-indikator prestasi belajar sangat diperlukan etika seseorang akan menggunakan alat dan kiat evaluasi. Menurut Muhibin Syah (2010:148) bahwa urgensi pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai penggunaan alat evaluasi akan menjadi lebih tepat, reliabel, dan vailid.

C.    Hipotesis
Menurut Sugiyono (2011) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakannya sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik.
Hipotesis dari penelitian ini adalah :
a.       Hipotesis Kerja (Ha)
Terdapat pengaruh kuliah sambil bekerja terhadap prestasi belajar mahasiswa
b.      Hipotesis Nol (Ho) :
Tidak terdapat pengaruh kuliah sambil bekerja terhadap prestasi belajar mahasiswa


BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1)      Variabel Penelitian
Menurut Hatc dan Farhady (1981) dalam Sugiyono (2010:38) secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Menurut Sugiyono (2010:38) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpilan.
Variabel penelitian dibagi menjadi dua yaitu :
a)      Variabel Independen atau variabel X adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
b)      Variabel terikat Depende atau variabel Y variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Variabel yang akan diteliti adalah
1.      Variabel bebas (X) : Kuliah sambil bekerja
2.      Variabel terikat (Y) : Pretasi Mahasiswa

B.     Populasi dan Sampel
1.      Populasi
Menurut Sugiyono (2010:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek, subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2014.

2.      Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti hanya membuat satu kriteria dalam penentuan sampel sehingga metode penentuan sampel yang di gunakan adalah metode random sampling. Metode random sampling adalah pengambilan sampel secara acak karena subjek penelitian masih dapat di homogenisasi. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2014.

C.    Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana akan dilakukannya penelitian. Penelitian ini akan  dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2014.

D.    Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data diperoleh melalui beberapa tahapan yaitu  :
1.      Observasi
Menurut Sutrisno hadi (1986) dalam Sugiyono (2010:145) observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dari observasi ini penulis dapat mengetahui mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dan mahasiswa yang aktif kuliah.
2.      Wawancara
Menurut Sugiyono (2010) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apa bila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Dengan metode wawancara ini peneliti dapat mengetahui mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.
3.      Angket
Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tau apa yang bisa diharapkan dari responden. Angket disajikan dalam 20 pertanyaan yang disertai alternatif jawaban. Angket ditujukan kepada beberapa mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai sampel atau responden dalam penelitian. Dalam angket ini berisi tentang pertanyaan seputar pekerjaan, mulai kerja, jam kerja, IP, dan IPK.
4.      Dokumentasi
Dokumentasi ini dimaksudkan agar penelitian ini benar-benar ada bukti nyata tentang gambaran umum Keguruan dan Ilmu Pendidikan antara mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dan mahasiswa yang aktif kuliah. Dengan adanya dokumentasi diharapkan dapat untuk mempermudah penelitian karena peneliti membutuhkan KHS, IP atau IPK mahasiswa untuk dijadikan acuan menelitian prestasi mahasiswa.

E.     Analisis Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif yaitu olah data yang berbentuk angka-angka. Karena berbentuk penelitian korelasional rumus yang digunakan adalah rumus product moment  dari Karl Pearson.

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
∑xy = jumlah perkalian antara variabel x dan variabel y
= kuadrat dari variabel x
= kuadrat dari variabel y 

DAFTAR PUSTAKA

Imam Suprayogo, Tobrani, Metodologi Penelitian Sosial-Agama, (Bandung: Remaja Rosda Karya).
Suharsimi Arikonto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:Aneka Cipta, 2002)
Drs. Rudin Pohan. Metodologi Penelitian Pendidikan. Ar-Rijal Institute 2008.
Umar, Husein. Riset Sumber Daya Manusia dalam Operasi. edisi revisi dan perluasan, Cetakan ketujuh. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2005
Drs. Tri Rama Karya Agung. Kamuslengkap Bahasa Indonesi. Surabaya.
Mamoria.Pendidikan dan Pelatihan. Cetakan kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga Arikunto, ,2006 Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
W.J.S. Poer Wadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia, edisi ke tiga. DepartemenPendidikan Nasional, Balai Pustaka Jakarta 2007.
Syah Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Bar., Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&., Bandunng:Alfabeta.

Internet :
http://heritelon.blogspot.com/2012/02/arti-mahasiswa.html 


NAMA           :
NIM                :

Sistem Pembelajaran Mahasiswa Yang Kuliah Sambil Bekerja

Bagian I
Petunjuk Pengisian Kuesioner
1.      Setiap butir pernyataan yang diajukan serta jawaban yang dipilih untuk tujuan penelitian,
2.      Pilihlah salah satu jawaban atas pernyataan yang diajukan dengan memberi tanda contreng (√) pada setiap kolom jawaban yang dipilih, dengan ketentuan:
SS                        : apabila anda SANGAT SETUJU dengan pernyataan
S                          : apabila anda SETUJU dengan pernyataan
TS                        : apabila anda TIDAK SETUJU dengan pernyataan
STS                     : apabila anda SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan
No
PERNYATAAN
SS
S
TS
STS
1.
Sejak kuliah, saya sudah berniat untuk tidak menyia-nyiakan waktu saya
2,
Saya sudah komitmen untuk dapat membagi waktu kuliah dan pekerjaan
3.
Saya selalu rajin mengerjakan tugas-tugas kuliah
4.
Saya selalu berusaha mengatur waktu belajar walaupun beban kerja cukup berat
5.
Saya selalu berusaha untuk selalu hadir dalam perkuliahan meskipun beban kerja banyak.
6.
Saya merasa rugi dan menyesal jika tidak menghadiri satu perkuliahan sekalipun.
7.
Saya memotivasi diri saya untuk belajar dengan baik jika rasa datang rasa malas
8.
Perkuliahan memberikan hawa penyegar setelah berhari-hari dengan rutinitas kerja
9.
Saya bertanggungjawab penuh untuk mematuhi dan menyelesaikan segala urusan akademik untuk penyelesaian studi tepat waktu
10.
Saya bertangungjawab penuh dengan hasil yang memuaskan dalam penyelesaian studi
3.      Apabila ingin mengubah pilihan yang telah ditandai, berilah tanda sama dengan () pada pilihan semula, dan kemudian berilah tanda contreng lagi pada pilihan baru. ATAU dapat dipilih dengan cara menghapus pilihan jawaban yg tidak dipilih. 
Bagian II

1.      Apa pekerjaan Anda saat ini?
 ______________________________________________________            _______________________________________________________
2.      Sejak kapan Anda sudah mulai bekerja?
            ______________________________________________________            ______________________________________________________
3.      Kapan waktu Anda untuk bekerja?
_____________________________________________________________________________________________________________
4.      Apa yang menjadi alasan Anda memilih kuliah sambil bekerja?
_____________________________________________________________________________________________________________
5.      Apakah pekerjaan yang Anda lakukan sekarang tidak mengganggu waktu Anda untuk kuliah? Mengapa?
_____________________________________________________________________________________________________________
6.      Bagaimana pembagian waktu Anda antara kuliah dengan bekerja?
_____________________________________________________________________________________________________________
7.      Bagaimana sistem pembelajaran yang Anda lakukan agar tetap fokus pada kuliah?
_____________________________________________________________________________________________________________
8.      Apa dampak positif yang diperoleh dari kuliah sambil bekerja? Baik dalam perkuliahan maupun pekerjaannya.
_____________________________________________________________________________________________________________
9.      Apa dampak positif yang diperoleh dari kuliah sambil bekerja? Baik dalam perkuliahan maupun pekerjaannya.
_____________________________________________________________________________________________________________
10.  Apakah ada kesulitan yang Anda alami saat kuliah sambil bekerja? Jika ada, sebutkan.
_____________________________________________________________________________________________________________