PROPOSAL
DAMPAK KULIAH SAMBIL BEKERJA
TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA

Proposal ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodelogi Penelitian
Disusun oleh :
Anisak Nurul Muvit
A210140233
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Kuliah
sambil bekerja bukanlah sebuah pilihan tepat yang diinginkan oleh mahasiswa.
Semua mahasiswa membutuhkan ketenangan dalam belajar dan ingin memiliki banyak
waktu untuk belajar. Akan tetapi keadaan berkehendak lain, mereka terpaksa
berkerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan kuliahnya. Hanya
tekat keberanianlah mereka meninggalkan kampung halaman untuk menimba ilmu
kejenjang yang lebih tinggi yang pada akhirnya mereka bisa merubah diri dari
sempitnya pemikiran menjadi lebih berkembang, baik dari pengetahuan pendidikan
maupun pengalaman dalam pekerjaan.
Kebanyakan
dari mahasiswa itu bekerja sebagai pekerja toko pakaian dan berkerja di
warung-warung kopi, kerena perkerjaan seperti inilah yang mudah mereka
dapatkan. Mereka akan berkerja ketika tidak ada jadwal untuk kuliah dan akan
kembali bekerja ketika sepulangnya dari kuliah. Seperti itulah proses hidup
yang mereka jalani, terkadang rasa sakit dan lapar sudah menjadi makanan
sehari-hari. Kemudian yang paling menyedihkan lagi peneliti juga melihat bahwa
kebanyakan dari mahasiswa perkerja itu tingkat kelulusannya paling lama dari
mahasiswa lainnya.
Peneliti
pernah mewawancarai beberapa mahasiswa perkerja mengenai kehidupan yang mereka
jalani dengan menjadi mahasiswa sambil berkerja. Di antara mereka ada yang
mengatakan:
“sebenarnya
tidaklah mudah ketika kami harus membagi waktu antara kuliah, belajar dan
berkerja dengan bijak, apalagi kami belum sering untuk melakukannya sehingga
ini menjadi sebuah kendala bagi kami dalam mengikuti perkuliahan dengan
disiplin, baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian, ketika kami sedang
lagi tidak ada pekerjaan dan pada saat itu
kami tidak memiliki uang sedikitpun maka kami akan lebih memilih untuk
berdiam diri di kosan padahal pada saat itu kami harus kekampus untuk mengikuti
perkuliahan. Bukan karena malas untuk mengikuti perkuliahan, akan tetapi karna
memang tidak bisa untuk mengikutinya. Bahkan kami juga akan tidak membuat tugas
ketika kami mengalami hal yang sama yakni sedang tidak memiliki uang. Bukan
karena malas membuatnya akantetapi alasan yang sama juga menghambat kami dalam
melakukannya. Terkadang, ketika kami sedang tidak memiliki uang, pada saat itu
ada mata kuliah yang harus kami ikuti dan pada saat itu pula ada kawan yang
mengajak untuk berkerja, maka kami lebih memilih untuk ikut berkerja karena
dengan ikut berkerja, kami bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan untuk bisa
mengikuti perkuliahan hari-hari selanjutnya. seperti inilah kehidupan yang kami
jalani”.
Peneliti
juga melihat transkrip nilai mereka yang kebanyakan dari mahasiswa perkerja itu
mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,00 ke bawah. Sebagian mereka
mengatakan kendalanya karena susah untuk mengatur waktu. Ketika mereka bisa
mengambil 22 SKS akantetapi mereka tidak sempat mengejar untuk mengikuti
perkuliahan, karena harus ada banyak waktu untuk bekerja. Maka ini akan menjadi
beban tersendiri bagi mereka.
Memang,
belajar sambil berkerja telah di lakukan oleh orang-orang yang ingin hidupnya
lebih maju dari yang lain. Mereka berkerja mati-matian untuk membiayai hidup
dan pendidikannya. Namun perkembangan zaman yang semakin modern terutama pada
era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang
berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan
prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.
Pendidikan
adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui
kegiatan pengajaran. UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003,
menyatakan, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan
bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang
mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dalam
wacana kependidikan kita sering didengar istilah “pendidikan seumur hidup” dan
“tiga pilar pendidikan nasional”. Hal ini berarti menunjukkan upaya
pengembangan SDM tidak terbatas pada jenjang pendidikan formal di sekolah, dan
pendidikan anak-anak bangsa merupakan tanggung jawab bangsa antara pemerintah,
orang tua dan masyarakat yang melingkupinya. Pada tingkat perguruan tinggi
mahasiswa adalah orang-orang yang sedang mengikuti pendidikan tentunya
mempunyai harapan akan keberhasilan studi demi masa depannya. Sebagai salah
satu tolak ukur keberhasilan mahasiswa adalah nilai yang diperolehnya adalah
tinggi yang dihitung dengan nilai rata-rata disebut IPK. IPK merupakan angka
yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai
dari semester pertama sampai dengan semester paling akhir yang telah ditempuh.
- Rumusan Masalah
Mendasari
hal tersebut itulah fokus utama penelitian ini adalah menjawab beberapa
pertanyaan berikut:
- Apa dampak dari kuliah sambil berkerja terhadap indeks prestasi?
- Faktor apa saja yang membuat mereka harus berkerja sambil kuliah?
- Apa hambatan-hambatan yang mereka alami sehingga IPK mereka menjadi rendah?
- Tujuan Penelitian
Tujuan
yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penjabaran dari pertanyaan pokok
dalam uraian problematika di atas, yaitu sebagai berikut:
1. Memahami secara menyeluruh tentang
efektifitas belajar mahasiswa kuliah sambil berkerja.
2. Menelusuri secara mendalam tentang
kesulitan atau hambatan mahasiswa perkerja dalam mencari ilmu pengetahuan
dan IPK yang diinginkan.
- Manfaat Penelitian
Melalui
penelitian ini, diharapkan hasil penelitian dapat digunakan untuk :
- Bagi Akademik
Dapat
menjadi salah satu sumber informasi dan bahan pertimbangan untuk mengkaji
materi-materi yang berhubungan dengan motivasi belajar, gaya belajar dan
pemikiran kritis mahasiswa, sehingga akan didapatkan hasil yang optimal bagi
proses belajar mahasiswa.
- Bagi Peneliti
Memperoleh
informasi tambahan dan pemahaman yang lebih baik tentang cara mereka menjalani
hidup, memanajemen waktu, motivasi belajar, gaya belajar dan cara berpikir
kritis masing-masing mahasiswa pekerja dalam mendapat IPK.
- Bagi Pembaca
Memberikan
informasi kepada pembaca tentang cara belajar yang baik dan tepat serta
berpikir kritis untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dimiliki.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pengaruh Kuliah Sambil Bekerja
Menurut
Yenni (2007) Kuliah sambil kerja bukanlah hal baru dikalangan mahasiswa.
Beragam alasan melatar belakanginya, mulai dari alasan ekonomi sampai hanya
karena ingin mengisi waktu luang.
Menurut
Wahyono (2004) motivasi mahasiswa tersebut berbeda-beda, ada yang ingin
membantu orang tuanya dalam membiayai kuliahnya, ingin hidup mandiri dan
mencari pengalaman. Kebanyakan pekerjaan yang paling banyak dilakukan mahasiswa
adalah jenis pekerjaan paruh waktu (part-time).
Menurut
Watanebe (2005) kuliah sambil bekerja banyak memberi dampak bagi mahasiswa baik
positif maupun negatif. Dampak positif diperoleh dari mahasiswa yang kuliah
sambil bekerja adalah dapat menyalurkan hobi, memilikipengalaman diluar kelas,
memperoleh keterampilan, pengetahuan tentang berbagai macam pekerjaan, dan
bertanggung jawab. Selain itu, juga dapat melatih kemandirian dan memperoleh
uang untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan kuliah.
Watanabe
(2005) juga menyataka bahwa dampak negatif yang harus diwaspadai oleh mahasiswa
yang kuliah sambil bekerja. Dampak-dampak tersebut adalah kesulitan membagi
waktu dan konsentrasi saat kuliah dan bekerja, kelelahan, penurunan prestasi
akademik, mengalami keterlambatan kelulusan, dan akibat yang paling parah
adalah dikeluarkan dari universitas karena lebih mementingkan pekerjaan dari
pada kuliah.
Hasil penelitian singg (2005)
menyatahkan bahwa mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memiliki kematangan
karir dan tanggung jawab yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pendapat Crites
dalam Taganing (2007) yang menyatakan bahwa untuk dapat memilih dan merencanakan
karir yang tepat, dibutuhkan kematangan karir yaitu pengetahuan akan diri,
pengetahuan tentang pekerjaan, kemampuan memilih pekerjaan, dan kemampuan
merencanakan langkah-langlah menuju karir yang diharapkan.
B.
Prestasi Belajar
1) Pengertian Prestasi belajar
Setiap kegiatan belajar yang
dilakukan siswa akan menghasilkan suatu perubahan pada dirinya. Perubahan
tersebut meliputi kawasan kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil belajar yang
diperoleh siswa diukur berdasakan perbedaan tingkah laku sebelum dan sesudah
belajar dilakukan. Salah satu indikator terjadinya perubahan hasil belajar
disekolah adalah proses belajar yang dapat dilihat melalui angka-angka didalam
rapor atau daftar nilai yang diperoleh siswa pada akhir semester.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia,
dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah “penguasaan
pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya
ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru atau
dosen”.
Pada hakekatnya, prestasi belajar
adalah hasil belajar siswa yang dapat dikethui dari perubahan tingkah laku,
pengetahuan serta dapat dilihat dari hasil belajar itu sendiri (nilai
angka yang diperoleh oleh guru atau dosen). Seperti yang dikemukakan
Hendrawatidalam Sutikno (2004) bahwa pengertian prestasi belajar dan
karakteristik prestasi belajar adalah sebagai berikut:
1. Prestasi belajar merupakan suatu
perubahn prilaku yang measurable (dapat diukur). Untuk mengukur
perubahan prestasi tersebut dapat dilakukan test prestasi belajar (achievement).
2. Prestasi menunjukka kepada individu
sebagai sebab artinya individu sebagi pelaku.
3. Prestasi belajar dapat dievaluasi
tinggi rendahnya berdasarkan kriteria yang ditetapkan menurut standar maupun
yang ditetapkan kelompok.
4. Prestasi belajar menunjuk kepada
hasil dari kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan disadari.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut
dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang
dicapai dari suatu kegiatan atua usaha yang dapat memberikan kepuasan
emosional, dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu.
2) Indikator Prestasi Belajar
Menurut
Muhibin Syah (2010:148) Pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap rana
psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Pengungkapan
perubahan tingkah laku seluruh rana itu khususnya ranah rasa murid sangat
sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat
intangible (tak dapat diraba). Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data
hasil belajar siswa adalah mengetahui garis-garis besar indikator dikaitkan
dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan dan diukur.
Pengetahuan
dan pemahaman yang mendalam mengenai indikator-indikator prestasi belajar
sangat diperlukan etika seseorang akan menggunakan alat dan kiat evaluasi.
Menurut Muhibin Syah (2010:148) bahwa urgensi pengetahuan dan pemahaman yang
mendalam mengenai penggunaan alat evaluasi akan menjadi lebih tepat, reliabel,
dan vailid.
C.
Hipotesis
Menurut Sugiyono (2011) hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan
masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Dikatakannya sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada
teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta yang empiris yang
diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan
sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban
yang empirik.
Hipotesis dari penelitian ini adalah
:
a. Hipotesis Kerja (Ha)
Terdapat pengaruh kuliah sambil
bekerja terhadap prestasi belajar mahasiswa
b. Hipotesis Nol (Ho) :
Tidak terdapat pengaruh kuliah
sambil bekerja terhadap prestasi belajar mahasiswa
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
1)
Variabel Penelitian
Menurut Hatc dan Farhady (1981)
dalam Sugiyono (2010:38) secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai
atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan
yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Menurut Sugiyono (2010:38) variabel
penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpilan.
Variabel penelitian dibagi menjadi
dua yaitu :
a) Variabel Independen atau variabel X
adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau
timbulnya variabel dependen (terikat).
b) Variabel terikat Depende atau variabel
Y variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas.
Variabel yang akan diteliti adalah
1. Variabel bebas (X) : Kuliah sambil
bekerja
2. Variabel terikat (Y) : Pretasi
Mahasiswa
B.
Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Menurut Sugiyono (2010:80) populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek, subyek yang mempunyai
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2014.
2.
Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti hanya membuat satu
kriteria dalam penentuan sampel sehingga metode penentuan sampel yang di gunakan
adalah metode random sampling. Metode random sampling adalah pengambilan sampel
secara acak karena subjek penelitian masih dapat di homogenisasi. Kriteria
sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2014.
C.
Lokasi Penelitian
Lokasi
penelitian adalah tempat dimana akan dilakukannya penelitian. Penelitian ini
akan dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Surakarta angkatan 2014.
D.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data diperoleh melalui
beberapa tahapan yaitu :
1. Observasi
Menurut Sutrisno hadi (1986) dalam
Sugiyono (2010:145) observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu
proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dari
observasi ini penulis dapat mengetahui mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dan
mahasiswa yang aktif kuliah.
2. Wawancara
Menurut Sugiyono (2010) wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan
studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga
apa bila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam
dan jumlah responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit.
Dengan metode wawancara ini peneliti dapat mengetahui mahasiswa yang kuliah
sambil bekerja.
3. Angket
Angket atau kuesioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner
merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti
variabel yang akan diukur dan tau apa yang bisa diharapkan dari responden.
Angket disajikan dalam 20 pertanyaan yang disertai alternatif jawaban. Angket
ditujukan kepada beberapa mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai sampel atau responden dalam
penelitian. Dalam angket ini berisi tentang pertanyaan seputar pekerjaan, mulai
kerja, jam kerja, IP, dan IPK.
4. Dokumentasi
Dokumentasi ini dimaksudkan agar
penelitian ini benar-benar ada bukti nyata tentang gambaran umum Keguruan dan
Ilmu Pendidikan antara mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dan mahasiswa yang
aktif kuliah. Dengan adanya dokumentasi diharapkan dapat untuk mempermudah
penelitian karena peneliti membutuhkan KHS, IP atau IPK mahasiswa untuk
dijadikan acuan menelitian prestasi mahasiswa.
E.
Analisis Data
Dalam penelitian ini peneliti
menggunakan metode kuantitatif yaitu olah data yang berbentuk angka-angka.
Karena berbentuk penelitian korelasional rumus yang digunakan adalah rumus product
moment dari Karl Pearson.
Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
∑xy = jumlah perkalian antara variabel x dan variabel y
= kuadrat dari variabel x
= kuadrat dari variabel y
DAFTAR PUSTAKA
Imam
Suprayogo, Tobrani, Metodologi Penelitian Sosial-Agama, (Bandung: Remaja
Rosda Karya).
Suharsimi
Arikonto, Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek, Jakarta:Aneka Cipta, 2002)
Drs.
Rudin Pohan. Metodologi Penelitian
Pendidikan. Ar-Rijal Institute 2008.
Umar,
Husein. Riset Sumber Daya Manusia dalam Operasi. edisi revisi dan
perluasan, Cetakan ketujuh. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. 2005
Drs.
Tri Rama Karya Agung. Kamuslengkap Bahasa
Indonesi. Surabaya.
Mamoria.Pendidikan dan Pelatihan.
Cetakan kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga Arikunto, ,2006 Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
W.J.S.
Poer Wadarminta. Kamus Umum Bahasa
Indonesia, edisi ke tiga. DepartemenPendidikan Nasional, Balai Pustaka
Jakarta 2007.
Syah Muhibbin.
2010.
Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Bar., Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2011.
Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&., Bandunng:Alfabeta.
Internet
:
http://heritelon.blogspot.com/2012/02/arti-mahasiswa.html
NAMA :
NIM :
Sistem Pembelajaran Mahasiswa Yang
Kuliah Sambil Bekerja
Bagian I
Petunjuk Pengisian Kuesioner
1.
Setiap butir pernyataan yang diajukan serta
jawaban yang dipilih untuk tujuan penelitian,
2.
Pilihlah salah satu
jawaban atas pernyataan yang diajukan dengan memberi tanda contreng (√) pada
setiap kolom jawaban yang dipilih, dengan ketentuan:
SS : apabila anda SANGAT
SETUJU dengan pernyataan
S : apabila anda SETUJU
dengan pernyataan
TS : apabila anda TIDAK
SETUJU dengan pernyataan
STS : apabila anda SANGAT TIDAK
SETUJU dengan pernyataan
|
No
|
PERNYATAAN
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
|
1.
|
Sejak kuliah, saya sudah berniat untuk tidak menyia-nyiakan waktu saya
|
||||
|
2,
|
Saya sudah komitmen untuk dapat membagi waktu kuliah dan pekerjaan
|
||||
|
3.
|
Saya selalu rajin mengerjakan tugas-tugas kuliah
|
||||
|
4.
|
Saya selalu berusaha mengatur waktu belajar walaupun beban kerja cukup
berat
|
||||
|
5.
|
Saya selalu berusaha untuk selalu hadir dalam perkuliahan meskipun beban
kerja banyak.
|
||||
|
6.
|
Saya merasa rugi dan menyesal jika tidak menghadiri satu perkuliahan
sekalipun.
|
||||
|
7.
|
Saya memotivasi diri saya untuk belajar dengan baik jika rasa datang
rasa malas
|
||||
|
8.
|
Perkuliahan memberikan hawa penyegar setelah berhari-hari dengan
rutinitas kerja
|
||||
|
9.
|
Saya bertanggungjawab penuh untuk mematuhi dan menyelesaikan segala
urusan akademik untuk penyelesaian studi tepat waktu
|
||||
|
10.
|
Saya bertangungjawab penuh dengan hasil yang memuaskan dalam
penyelesaian studi
|
3.
Apabila ingin mengubah pilihan yang telah
ditandai, berilah tanda sama dengan (√)
pada pilihan semula, dan kemudian berilah tanda contreng lagi pada pilihan
baru. ATAU dapat dipilih dengan cara menghapus pilihan jawaban yg tidak
dipilih.
Bagian II
1. Apa pekerjaan Anda saat ini?
______________________________________________________ _______________________________________________________
2. Sejak kapan Anda sudah mulai bekerja?
______________________________________________________ ______________________________________________________
3. Kapan waktu Anda untuk bekerja?
_____________________________________________________________________________________________________________
4.
Apa yang menjadi alasan
Anda memilih kuliah sambil bekerja?
_____________________________________________________________________________________________________________
5.
Apakah pekerjaan yang
Anda lakukan sekarang tidak mengganggu waktu Anda untuk kuliah? Mengapa?
_____________________________________________________________________________________________________________
6.
Bagaimana pembagian
waktu Anda antara kuliah dengan bekerja?
_____________________________________________________________________________________________________________
7.
Bagaimana sistem pembelajaran
yang Anda lakukan agar tetap fokus pada kuliah?
_____________________________________________________________________________________________________________
8.
Apa dampak positif yang
diperoleh dari kuliah sambil bekerja? Baik dalam perkuliahan maupun
pekerjaannya.
_____________________________________________________________________________________________________________
9.
Apa dampak positif yang
diperoleh dari kuliah sambil bekerja? Baik dalam perkuliahan maupun
pekerjaannya.
_____________________________________________________________________________________________________________
10.
Apakah ada kesulitan
yang Anda alami saat kuliah sambil bekerja? Jika ada, sebutkan.
_____________________________________________________________________________________________________________